PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI DAN MULUT
Kesehatan merupakan keadaan
sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan
setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pembangunan kesehatan diselenggarakan
dengan berdasarkan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, pelindung,
penghormatan terhadap hak kewajiban, keadilan, gender dan non diskriminatil dan
norma-norma agama. Untuk dapat mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan tidak
hanya menjadi tanggungjawab semata dari pemerintah dan tenaga kesehatan saja,
tetapi merupakan tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat, hal ini sesuai
dengan kebijakan menteri kesehatan yang termuat dalam keputusan menteri
kesehatan RI Nomor 374/MenKes/SK/V2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional Bentuk
dan Cara Pembangunan Kesehatan.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan
kesehatan, diantaranya pembangunan kesehatan gigi dan mulut dibutuhkan peran
serta masyarakat sebagai salah satu strategi penyelenggaraan pembangunan
kesehatan, meliputi perorangan misalnya kader kesehatan, tokoh masyarakat,
tokoh agama, politisi, figur masyarakat, kelompok masyarakat misalnya,
posyandu, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, lembaga sosial
masyarakat dan pemerintah yang berperan sebagai agen perubahan untuk penerapan
perilaku hidup sehat.
Perilaku hidup sehat diharapkan dapat menjadi gerakan
nasional yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Kader kesehatan
sebagai ujung tombak masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan dan
membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal.
Pemberdayaan
masyarakat bidang kesehatan gigi dan mulut, merupakan salah satu cara untuk
mendukung pelaksanaan pembangunan kesehatan, salah satu diantaranya dengan
pemberdayaan kader kesehatan. Kegiatan yang dilakukan lebih diarahkan pada
pelayanan promotif, preventif dan rujukan kesehatan gigi dan mulut yang
dilakukan pada upaya kesehatan berbasis masyarakat diantanya posyandu dengan
sasaran kelompok resiko tinggi meliputi anak usia balita, anak usia pendidikan
dasar, ibu hamil dan menyusui, kelompok usia lanjut.
Berdasarkan survei awal dalam rangka studi kasus tentang
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingginya karies pada
warga masyarakat Desa Welahan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.
Memberikan pengarahan kepada calon kader




Tidak ada komentar:
Posting Komentar